Tuntaskan Alih Fungsi Pacuan Kuda

JAKARTA - Gubernur Fauzi Bowo diminta menuntaskan pengalihfungsian lahan Gelanggang Pacuan Kuda Pulomas, Jakarta Timur. Pengalihfungsian merusak lingkungan dan membuat prestasi olahraga berkuda melorot.

Desakan tersebut disampaikan Ketua Forum Komunikasi Peternak Kuda Pacu, Pemilik Kuda Pacu dan Pecinta Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia Alex Asmasoebrata, Selasa (14/7).

Alex mengaku, pada 24 Maret 2009 pihaknya telah melayangkan surat kepada Fauzi Bowo terkait pengalihfungsian lahan tersebut. Tapi hingga kini belum ditanggapi. “Informasi terakhir yang kami terima, proses penanganan pengaduan kami itu nyangkut di Biro Hukum. Saya tidak tahu mengapa,” katanya.

Dijelaskan, pengalihfungsian lahan Gelanggang Pacuan Kuda Pulomas terjadi karena Dirut PT Pulomas Jaya Kamaruzzaman Onaning mengalihfungsikan jalur hijau di bagian timur dan selatan gelanggang menjadi supermarket, SPBU, gedung perkantoran, apartemen, sekolah, dan Kantor Koramil Kodam Jaya.

Dengan dalih merenovasi gelanggang, Kamaruzzaman yang menjabat Ketua Pengda Pordasi DKI Jakarta, memanfaatkan lahan gelanggang untuk kepentingan business centre. Akibatnya luas gelanggang menyempit, karena tempat latihan kuda tunggang dan pelepasan kuda dihilangkan. Di lokasi juga dibangun perumahan mewah yang diperjualbelikan dengan harga Rp2-5 miliar/unit. Bahkan di lahan seluas 2,5 hektar di tengah arena pacuan kuda dibangun lapangan golf. MR-06
read more “Tuntaskan Alih Fungsi Pacuan Kuda”

BP3W Sunter Diminta Transparan

JAKARTA - Warga Tanjungpriok mempertanyakan kinerja Badan Pengendalian Pembangunan dan Pengembangan Wilayah (BP3W) Sunter, Jakarta Utara. Masalahnya, pembangunan taman dan jalan yang menjadi kewajiban pengembang banyak yang tidak dilaksanakan.

Warga pun tak mengetahui pasti status fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos/fasum) yang sudah dikerjakan apakah sudah diserahkan ke pemprov. Soalnya BP3W sangat ekslusif dan menutup rapat-rapat informasi tersebut.

Arman, warga Papanggo, Tanjungpriok meminta instansi itu lebih transparan dan menjelaskan lokasi mana saja yang sudah menjadi aset pemprov. Dengan demikian warga tidak salah saat mengeluhkan buruknya infrastruktur taman atau jalan.

Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Manerep membenarkan persoalan tersebut. Menurut dia, BP3W jangan hanya duduk manis di kantor tanpa memberikan pelayanan publik kepada warga. Apalagi jalan rusak tersebut statusnya belum jelas apakah sudah diserahkan kepada pemprov.

“Bagaimana Jakarta Utara mau maju jika instansi terkaitnya bekerja seperti itu? Masyarakat yang jadi korban, harus menikmati jalan rusak yang sudah bertahun-tahun tak diperbaiki,” tandasnya. MR-06
read more “BP3W Sunter Diminta Transparan”

Kepala Dinas P2B Harus Turun Tangan

JAKARTA - Kisruh pemugaran bangunan cagar budaya di Jl Teuku Umar Nomor 42-44, Menteng, Jakarta Pusat mendapat sorotan tajam dari kalangan anggota DPR. Menurut Asnawi Mardhani, anggota Komisi III, segala bentuk pelanggaran harus ditindak tanpa pandang bulu. Apalagi, terkait pemugaran bangunan yang memiliki nilai sejarah.

“Saya cukup prihatin mendengar kabar ada bangunan cagar budaya yang dipugar tanpa melihat peraturan. Saya harap Pemprov DKI Jakarta bisa menegakkan hal itu, apalagi Gubernur sekarang orangnya cukup konsisten,” ujarnya, Selasa (14/7).

Dia menekankan, apabila tindakan tegas tidak dilaksanakan akan muncul kasus-kasus serupa. Kepala Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) diharapkan turun langsung menangani supaya bisa melakukan penegakan hukum secara benar.

“Kalau tidak turun ke lapangan mana bisa kita melihat situasi yang ada? Artinya harus turun, supaya bisa mengambil keputusan apakah bangunan itu menyalahi aturan atau tidak? Jika salah harus ditindak tegas dan harus berani, supaya aturan berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Menurut dia, berdasarkan UU No 5/1992 tentang Benda Cagar Budaya, setiap bangunan atau benda cagar budaya tidak boleh dipindahkan, tidak boleh mengubah bentuk maupun warna, serta tidak boleh mengubah detil bangunan maupun ornamennya.

Jika ketentuan ini dilanggar, si pemilik/pelaku bisa dikenakan sanksi maksimal hukuman penjara selama 8 tahun atau denda maksimal Rp500 juta. “Aturan itu bisa ditegakkan kalau petugas di lapangan memang jeli. Jadi, supaya tahu, memang harus turun ke lapangan. Jika benar ada pelanggaran segel saja. Kalau pemiliknya tidak mau mengikuti aturan kenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Dan saya dengar bangunan di Menteng itu ada penambahan kanopi, harusnya itu ditindak juga. Apalagi bangunan itu masuk golongan B,” paparnya. MR-06
read more “Kepala Dinas P2B Harus Turun Tangan”

Prijanto Diberondong Pertanyaan

JAKARTA - Para siswa yang sedang mengikuti masa orientasi sekolah (MOS) di SMA 70 Bulungan, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan lumayan kritis. Wawasan para tunas bangsa tentang kondisi dan masalah sosial di Ibukota Negara patut menjadi inspirasi bagi Pemprov DKI Jakarta untuk mencarikan jalan keluar persoalan yang membuncah.

Ketika Wagub Prijanto mengunjungi sekolah itu, Selasa (14/7), dia dicecar pertanyaan oleh siswa kelas I IPS. Mulai dari persoalan angkutan hingga wacana pemindahan Ibukota dari Jakarta ke daerah yang tak memiliki potensi banjir.

Edi, salah seorang dari peserta MOS menanyakan seputar ruwetnya lalu lintas. “Bagaimana penanganan lalu lintas di Jakarta Pak Wagub,” tanyanya.

Menurut Prijanto, masalah yang tak kunjung terurai ini menjadi perhatian serius bagi Pemprov DKI. Salah satunya dengan memajukan jam masuk anak sekolah menjadi pukul 06.30. “Angkutan umum pun sedang diusahakan agar masyarakat menjadi lancar dalam beraktivitas. Contohnya Busway. Ke depan kita usahakan Jakarta memiliki monorel,” ujar Wagub.

Seorang siswi menanyakan wacana pemindahan Ibukota Negara dari Jakarta dan penanganan banjir. “Hal (pemindahan Ibukota) itu belum dapat dilaksanakan, karena membutuhkan biaya dan tenaga yang sangat besar. Penanganan banjir pun sudah diusahakan, salah satunya membangun Banjir Kanal Timur dan membenahi bantaran kali,” jawab Prijanto.

Wagub tampak terkesima dengan pertanyaan-pertanyaan itu. “Saya sangat bangga dengan siswa di sini, walaupun kecil-kecil karena baru peralihan dari SMP ke SMA, tetapi kemampuannya tidak diragukan. Saya lihat tidak hanya kritis, tetapi juga mengetahui berbagai isu sosial dan kemasyarakatan yang berkembang di Jakarta,” kata Prijanto.

Sedangkan Walikota Jaksel Syahrul Effendi yang mendampingi Prijanto pada kesempatan itu bagi-bagi rezeki. Saat Wagub memberikan pengetahuan soal Bhineka Tunggal Ika para siswa menyimak sangat antusias. Setelah itu Walikota menjanjikan hadiah Rp100.000 bagi pertanyaan yang bisa dijawab dengan benar. Pertanyaan yang dilempar pun cukup mudah. “Apa lambang negara kita, siapa yang mengetahui?” tanya Wagub. Salah satu siswi mengangkat tangan. “Saya Pak, burung garuda,” jawabnya.

“Seratus ribu buat kamu, ini Pak Walikota akan kasih uang seratus ribu rupiah,” kata Priyanto. Pada pertemuan itu Walikota akhirnya menyawer Rp400.000 kepada empat siswa yang menjawab pertanyaan dengan benar. MR-06
read more “Prijanto Diberondong Pertanyaan”

Walikota Ultimatum Korban Kebakaran

JAKARTA - Derita ratusan korban kebakaran di Jl Bekasi Raya RT 01/01 Ujungmenteng, Cakung, Jakarta Timur makin lengkap. Setelah harta benda musnah, Walikota mengultimatum mereka pindah dari lokasi.

Kondisi para korban cukup mengenaskan di tenda darurat milik Sudin Sosial Jakarta Timur. Mereka bermaksud membangun hunian meskipun lahan tersebut bukan miliknya untuk perlindungan keluarga. “Kami berharap diberi kesempatan membangun hunian di lokasi ini. Saat ini bingung, tidak tahu harus tinggal di mana. Apalagi sebagian anak-anak sudah mendaftar ke sekolah,” ujar Andi, Selasa (14/7).

Andi menuturkan, ketika musibah kebakaran pada Sabtu (11/7) lalu, sebagian besar harga benda warga tidak bisa diselamatkan. Hanya beberapa helai pakaian yang bisa dibawa. “Baju dan perlengkapan sekolah juga terbakar, anak-anak tidak bisa bersekolah. Kami sangat membutuhkan baju dan perlengkapan sekolah,” tambah Andi. Korban lainnya, Syafei mengemukakan, bantuan berupa makanan dan obat-obatan memang disalurkan Pemkot Jaktim.

Para korban tampaknya berniat membangun hunian karena di beberapa lokasi tampak tumpukan kayu dan triplek. Namun Walikota Jakarta Timur Murdhani meminta lahan seluas 2ha itu segera dikosongkan, karena bukan milik para korban. “Lahan itu harus dikosongkan, tidak boleh dihuni. Lahan itu bukan milik warga, saya akan intruksikan kepada camat dan Kasatpol PP berkoordinasi menertibkan lokasi dalam waktu dekat,” tegas Murdhani.

Camat Cakung Lukman Hakim mengatakan, seharusnya warga sudah mengosongkan lahan itu sejak April lalu. Karena terbentur pemilu warga masih diberikan waktu hingga awal Juli. Setelah pemilu usai warga justru ngotot bertahan di lokasi hingga pemilik lahan meminta bantuan kepada Pemkot Jaktim untuk mengosongkannya.

“Pemilik lahan sudah melayangkan surat agar lahan itu segera dikosongkan. Tentu saja pengosongan ini akan segera disosialisasikan kepada warga. Sedang untuk penertiban, kita akan berkoordinasi dengan Kasatpol PP dan instansi terkait lainnya,” tambah Lukman

Sementara itu, api yang menghanguskan Rumah Makan Soto Lamongan di Jl Raya Kedoya No 12, Jakarta Barat dan menewaskan delapan pegawainya, membuat Walikota Jakarta Selatan Syahrul Effendi prihatin. Agar musibah serupa tidak terjadi, dia meminta Perusahaan Listrik Negara (PLN) berperan aktif menggelar sweeping penggunaan listrik ilegal dan asal jadi untuk menekan kasus kebakaran. Soalnya, mayoritas musibah kebakaran dipicu hubungan arus pendek listrik.

“Kami minta PLN berperan aktif! Jangan hanya mengejar target tanpa memperhatikan pemasangan instalasi listrik yang baik dan benar. Apalagi memberikan aliran listrik terhadap bangunan tanpa izin dan hunian liar,” tegas Syahrul dengan nada tinggi, Selasa (14/7).

Untuk menekan musibah akibat korsleting listrik pihaknya sudah seringkali menggelar koordinasi, namun PLN tidak pernah menindaklanjuti. “Kami sudah seringkali membahas dalam rapat koordinasi, tapi permohonan kami tidak dihiraukan. Padahal banyak instalasi listrik yang sudah berusia tua dan rawan terjadi musibah kebakaran, terutama di pemukiman padat,” katanya.

Menurut Syahrul, tanpa dukungan PLN pihak Pemprov DKI tidak bisa menekan kasus kebakaran. Apalagi pemprov hanya bisa melakukan sosialisasi tentang bahaya kebakaran dan memberikan alat pemadam saat kejadian. “Di Jaksel, terdapat beberapa kawasan padat penduduk yang rawan kebakaran, seperti Bukitduri, Manggarai, Pengadegan, dan Kebayoranlama,” kata Syahrul.

Kadis Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (PK dan PB) DKI Paimin Napitupulu menambahkan, instalasi listrik di pemukiman banyak yang menggunakan kabel tak sesuai standar dan sambungannya asal jadi. Kasudin PK & PB Jaksel Subejo mengakui musibah kebakaran di wilayah itu lebih banyak disebabkan korsleting listrik. “Sejak awal tahun tercatat 76 kasus kebakaran, 10 korban jiwa, dan kerugian mencapai miliaran rupiah. Umumnya penyebab adalah korsleting listrik. Selain itu juga disebabkan kompor gas/minyak tanah, lampu tempel, dan rokok. Musibah itu biasanya terjadi pad malam dan dini hari,” ujarnya. MR-06
read more “Walikota Ultimatum Korban Kebakaran”

DKI Kirim Atlet Tunarungu ke Taipeh

JAKARTA - Sebanyak empat atlet bulutangkis tunarungu akan diberangkatkan Dinas OLahraga DKI Jakarta mengikuti Kejuaraan Deaf Limpic Internasional di Taipeh, 5-15 September mendatang. Mereka adalah Edy Susanto (25), Aditya (17), Neneng Widya Lestari (17), dan Suni (12).

Selain itu, tim DKI juga mempersiapkan dua atlet cadangan, yakni Erwinsyah (15) dan Tri Kusuma (18). Menurut, pelatih tim DKI Anwari, pihaknya sengaja mendaftar dua cadangan apabila dua atlet tidak bisa tampil.

“Suni misalnya, usianya baru 11 tahun, padahal di Deaf Limpic usia minimal 12 tahun. Kalau Suni, tidak bias main, maka kita siapkan Tri Kusuma. Ya mudah-mudahan mereka bias tampil maksimal,” ujar Anwari.

Sementara Kepala Dinas OLahraga DKI Jakarta Saefullah menjelaskan bahwa pihaknya memang secara khusus tidakmembebani atletnya. Paling tidak, dari keempat atlet tersebut ada yang menyumbangkan medali emas. MR-03
read more “DKI Kirim Atlet Tunarungu ke Taipeh”

Christo dan Ayu Kampiun di Alfamart Cup

JAKARTA - DUA petenis asal DKI Jakarta masing-masing Christopher Rungkat dan Ayu Fani Damayanti juara di Turnamen Tenis Sportama Alfamart Cup setelah menundukkan lawan masing-masing di final di Stadion Tenis Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, pekan lalu. Christo yang menempati unggulan pertama, menang rubber-set 6-1, 5-7, 6-3 atas Prima Simpatiaji (Jateng). Sedangkan Ayu yang juga menempati unggulan pertama, menundukkan Lavinia Tananta (Jateng) 7-6(4), 6-3.

Selain sukses di tunggal, di ganda putra pun Christo tampil juara. Berpasangan dengan Nesa Arta, di final menundukkan Andrian Raturandang/David Agung 6-0, 7-6(5). Sedangkan ganda putri dijuarai petenis senior Yayuk Basuki/Romana Tedjakusuma yang menundukkan Beatrice Gumulya/Jessy Rompies 6-3, 6-2 pada Sabtu lalu.

Para juara selain mendapatkan piala dan medali emas, juga hadiah uang sebesar Rp10,9 juta untuk juara tunggal putra dan Rp6 juta untuk runner-up. Juara tunggal putri Rp7,2 juta, runner-up Rp4.240.000. Sedangkan juara ganda putra Rp4,2 juta dan runner-up Rp2,1 juta. Juara ganda putri Rp3,1 juta dan runner-up Rp1.820.000.

Sementara itu, Kontingen DKI Jakarta berjaya di ajang PON Tenis dengan menyambar 18 medali emas, 10 perak dan 5 perunggu yang berakhir di Stadion Tenis Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, pekan lalu. Sementara Jatim menyusul di urutan kedua dengan 4 emas, 4 perak dan 9 perunggu. Posisi berikutnya ditempati Kaltim (2-3-6) dan Jabar (2-0-5) dan Jateng (1-4-8) dalam melengkapi urutan lima besar. MR-03
read more “Christo dan Ayu Kampiun di Alfamart Cup”